Kisruh Ekspor Benih Lobster Berujung Janji Dari Menteri KP Baru

Kisruh Ekspor Benih Lobster Berujung Janji Dari Menteri KP Baru

Kisruh ekspor benih lobster telah menyerat mantan Menteri Kelautan Perikanan Edhy Prabowo terkait dugaan monopoli dan suap yang dijalankan olehnya. Setelah resmi menjadi tersangka, jabatan kebesaran tersebut kini resmi dicopot dan berpindah kepada sebuah nama baru yaitu Sakti Wahyu Trenggono sebagai langkah antisipasi dari Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi juga memberikan pesan kuat kepada Menteri KKP terbaru untuk segera bergerak cepat menyiapkan regulasi sehubungan tata cara mengelola urusan ekspor benih lobster. Beliau juga menghimbau Sakti Trenggono untuk mengevaluasi ulang kebijakan tersebut dalam rangka perbaikan kinerja pada sektor kelautan serta perikanan tanah air Indonesia tercinta.

Kisruh Ekspor Benih Lobster Berujung Janji Dari Menteri KP Baru

Sakti berjanji akan menyelesaikan secepatnya persoalan mengenai insiden benur seraya mengeluarkan kalimat gombal bahwa ia cinta lingkungan. Ia juga melanjutkan pernyataannya bahwa ia lagi-lagi berjanji akan melaksanakan mandat langsung dari presiden bahkan semenjak ia masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan beberapa waktu silam.

Trenggono sementara ini berujar bahwa jika benar terbukti bahwa ekspor benih lobster berdampak besar pada kerusakan lingkungan, ia tidak akan tinggal diam. Pasalnya, generasi muda di masa mendatang akan berpotensi kehilangan manfaat dari praktik keserakahan yang hanya mengidamkan kekayaan pribadi dalam tempo singkat. Sebagian besar generasi muda saat ini memiliki keserakahan, dan bisa kita lihat dari cara mereka memainkan permainan online dari IDN POKER ini. Jelas sekali sifat seseorang dalam bermain poker online yang serakah akan kemenangan besar, maka itu nyatanya juga sama seperti kehidupan normalnya.

Kisruh Ekspor Benih Lobster Masih Belum Reda

Sebelumnya, Trenggono memiliki jabatan istimewa sebagai Komisaris Utama PT Agro Industri Nasional atau Agrinas yang juga mengantongi izin terkait kisruh ekspor benih lobster. Pasalnya, posisi strategis tersebut merupakan semacam fasilitas bagi siapapun yang mendapatkan kehormatan untuk mengisi jabatan sebagai Wamenhan di Indonesia.

Perusahaan Agrinas merupakan hasil bentukan dari Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan di bawah bimbingan Kementerian Pertahanan RI. Fungsinya yaitu untuk menjadi penggerak utama yang bersifat vital dan strategis dalam usaha perwujudan ketahanan pangan, energi, serta hasil perairan di seluruh penjuru wilayah Indonesia.

Kisruh Ekspor Benih Lobster Masih Belum Reda

Penerapannya pun beragam, misalnya saja seperti produksi tumbuhan yang menjadi tonggak pangan, perikanan, distribusi pangan, termasuk teknologinya, konservasi, hingga bioenergi. Perpindahan Trenggono otomatis melepas gelar Komisaris Utama pada Agrinas yang nantinya akan dipegang oleh pengisi jabatan Wamenhan selanjutnya, mendampingi Prabowo Subianto.

Perlawanan akan kisruh ekspor benih lobster juga datang dari organisasi pecinta lingkungan kelautan bernama National Destructive Fishing Watch yang dipimpin oleh Abdi Suhufan. Ia sebelumnya dengan keras mengecam kebijakan Edhy Prabowo yang melegalkan ekspor benur, dan berharap bahwa Menteri KKP yang sekarang tidak mengambil jalan serupa dengan tersangka kasus korupsi benur oleh KPK itu.

Pengambilan Keputusan Akhir Harus Obyektif dan Mengutamakan Kepentingan Masyarakat

Abdi Suhufan melayangkan pendapatnya kepada awak media bahwa pemetaan masalah yang timbul dari hasil pengelolaan benih lobster lokal selama ini haruslah jelas dan terarah. Jika memang terbukti hanya menambah mudharat ketimbang manfaatnya, akan lebih bijak jika kegiatan ini dihentikan saja dan memulai fokus pembudidayaan di dalam negeri.

Seandainya praktek memanen benih lobster betul-betul disahkan menjadi sebuah larangan, maka pusat pendidikan kepolisian perairan Indonesia harus siap menanggulanginya. Para nelayan korporat yang masih nakal dan berniat menjalankannya secara diam-diam akan ditangkap serta mendapat hukuman penjara karena itu sudah menjadi tindakan yang merusak ekosistem lingkungan.

Kisruh Ekspor Benih Lobster Harus Mengutamakan Kepentingan Masyarakat

Organisasi lainnya yaitu Indonesia Corruption Watch atau ICW diwakilkan suaranya oleh Tama S. Langkun berpendapat bahwa sedari awal kisruh ekspor benih lobster ini sudah bermasalah. Bukan main-main, melainkan bobroknya penegakan hukum begitu terlihat, sebab praktek ini mendapatkan dukungan serta perlindungan dari mantan Menteri KKP sebelumnya, yaitu tersangka kasus korupsi Edhy Prabowo itu sendiri.

Sebagai permulaan, perizinannya pun sudah tidak beres karena menerapkan prinsip tebang pilih serta terasa kental modus KKN di dalamnya. Banyak sejumlah nama perusahaan yang lolos persyaratan tapi pada akhirnya gagal mengantongi izin ekspor apabila masih ngotot ingin lewat jalur pintu depan dan ingin menjalankan usahanya dengan bersih. Dibandingkan dengan mereka yang suka kkn, alangkah baiknya jika kita beralih ke game slot yang bisa mendapatkan kemenangan mudah ini. Dengan mengapatkan kemenangan besar oleh situs https://discosperfectos.com/ sebagai penyedia permainan slot online terpercaya maka kkn pun akan berkurang secara otomatis.

Lebih lanjut, keadaan semakin tambah parah karena Edhy Prabowo berniat mengumpulkan semua pengiriman tertumpu hanya kepada satu perusahaan kargo tunggal. Maka dari itu, jelas tujuannya bahwa ia ingin menciptakan kondisi monopoli seputar perdagangan ekspor benur dan sedang menyiapkan jalan menjadi milyarder baru di Indonesia dengan jalan memakan uang haram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *